TIPS MENGHADAPI ANAK YANG REWEL MEMINTA TIPS MENGHADAPI ANAK YANG REWEL MEMINTA Katakan “Tidak!” Cukup katakan “Tidak!” tanpa perlu mencerewetinya lebih lanjut. Ya, singkat saja, misalnya, “Mama tidak akan membelikanmu mainan itu. Tidak!” Jangan dilanjutkan dengan segala nasehat ini dan itu. Kecerwetan Anda hanya akan merangsang dirinya untuk meminta dan meminta terus. Dia rewel, Anda cerewet. Anda cerewet, dia rewel. Siklus itu takkan pernah berhenti sampai ia nanti remaja, jika Anda tak menghentikannya sejak sekarang. Bagaimana jika setelah ditegaskan “Tidak!” ia tetap meminta terus? Menolehlah kepadanya, jongkok agar pandangan mata Anda sejajar dengannya, dan katakana dengan pelan dan tegas bahwa jika ia meminta terus, maka akan ada salah satu hak istimewanya yang akan dicabut. Misalnya, “Jika kamu meminta terus, maka kamu tidak boleh menonton Shaun The Sheep!” Atau, “Kalau kamu rewel terus, kamu tidak boleh main iPad selama seminggu.” Pergi Menjauh Kalau masih juga rewel meminta, padahal Anda sudah menyatakan tidak, pergi saja menjauh dari tempat itu. Sekali lagi, tak perlu menjelaskan panjang lebar atau mencoba memberi alasan mengapa Anda menjawab tidak. Anda adalah orangtuanya; Anda tak perlu menjelaskan tentang diri Anda kepadanya. Ketika Anda pergi menjauh, Anda meninggalkan anak sendirian, yang membuatnya tak punya pilihan untuk rewel. Jika Anda masih berada di dalam toko, Anda masih bisa menerapkan metoda ini, walau sedikit kurang efektif: tetap menjauh dari anak namun masih bisa mengawasinya. Segera selesaikan urusan Anda di toko itu dan keluarlah atau bahkan pulang ke rumah. Tentu, jangan tinggalkan anak sendirian di toko yang ramai. Alihkan Anak dari Situasi Itu Anak-anak mudah terangsang dan gembira, yang bisa mengarah pada perilaku yang kurang tepat seperti rewel. Kalau ini terjadi, alihkan dari situasi yang memicu kerewelannya. Kalau ia meminta dan meminta terus sepotong kue tambahan di sebuah pesta, katakana kepadanya sudah saatnya untuk pulang dan mengucapkan salam perpisahan, lalu tinggalkan pesta itu. Kalau ia rewel meminta boneka di toko, tinggalkan toko itu. Kalau ia rewel minta es krim setelah makan malam di dapur, minta ia keluar dari dapur dan ajak bermain di kamar. Tidak seperti orang dewasa, anak-anak lebih cepat melupakan sesuatu yang tidak ada di depan matanya. Perkuat Perilaku Baik Kendalikan perilaku buruk, seperti rewel, dengan memperkuat perilakunya yang baik. Ketika anak Anda mendengarkan nasehat Anda tanpa membantah, perkuat perilaku ini dengan mengucapkan terimakasih karena telah mau mendengarkan atau dengan menyatakan betapa baik dirinya jika tidak rewel. Anak Anda akan senang dengan pujian ini, membuatnya lebih mungkin untuk mengulangi perilaku baik ini di masa mendatang. Dr. Dono Baswardono, AISEC, MA, Ph.D – Marriage & Family Therapist

Sumber